Ophi

Ophi

Kamis, 17 Maret 2016

KESEHATAN MENTAL

Konsep Sehat

Konsep sehat berdasarkan Dimensi Emosi, Dimensi Intelektual, Dimensi Sosial, Dimensi Fisik dan Dimensi Spiritual.
1.   Dimensi Emosi
: merupakan dimensi yang dilihat dari reaksi emosinya seperti bahagia, sedih, gelisah, marah. Untuk mengetahui Kesehatan Emosinya dapat dilihat dari cara mengekspresikan emosinya. Jika seseorang dengan mudah mengontrol emosinya maka sehat pulalah mentalnya.
2.   Dimensi Intelektual
: merupakan dimensi yang dilihat dari bagaimana seseorang berfikir dilihat pula dari wawasan, logika dan pertimbangannya, serta alasannya. Apabila pikiran seseorang itu sehat terlihat dari cara berfikir orang tersebut.
3.   Dimensi Sosial
: merupakan dimensi yang dilihat dari tingkah lakunya dalam keluarga, kelompok sosial, serta penerimaan norma sosial dan pengendalian tingkah laku. Kesehatan sosial dalam dimensi sosial ini dapat dilihat dari kemampuan seseorang dalam mempertahankan suatu hubungan dengan orang lain, juga perilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa membedakan ras, suku, agama, status sosial, dan lain sebagainya.
4.   Dimensi Fisik
: merupakan dimensi yang dilihat dari kondisi tubuh seseorang. Kesehatan fisik dapat dilihat dari seseorang yang tidak merasakan sakit ataupun memang secara objektif tidak terlihat sakit sama sekali.
5.   Dimensi Spiritual
: merupakan dimensi yang dilihat dari kepercayaan dan praktek agamanya. Seseorang dengan kesehatan spiritual biasa mengekspresikan diri dengan mengucap syukur, pujian, dan kepercayaannya terhadap Tuhan.

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
Sejarah mencatat bahwa di Zaman dahulu manusia mengasumsikan bahwa seseorang yang mengalami ganguan mental atau tidak sehat itu disebabkan oleh suatu tindakan dari mahluk halus (gaib) yang merasuki dirinya dan pikirannya sehingga penderita tersebut harus di jauhi, diasingkan dan dirantai di suatu goa-goa atau penjara penjara bawah tanah. Namun karena semakin majunya perkembangan zaman dan manusia mulai berahli pada pemikiran yang ilmiah maka mereka pun mulai menyimpulkan pendapat yang lebih logis menganai penyakit mental. Kesehatan menurut Freud (1991) “suatu kondisi yang dalam keadaan baik dari suatu organisme atau bagian yang dicirikan oleh fungsi yang normal dan tidak adanya penyakit”, juga sampai pada kesimpulan mengenai kesehatan sebagai suatu keadaan tidak adanya penyakit sebagai salah satu ciri kalau organisme disebut sehat.
Kesehatan mental dicetuskan oleh Adolf Meyer (Psychiater) berdasarkan saran Beers(mantan penderita sakit mental), membantu perkembangan gerakan usaha kesehatan mental. dialah yang mengemukakan istilah "Mental Hygiene". Di Amerika pada tahun 1908 terbentuk suatu organisasi "Connectitude Society for Mental Hygiene". Pada tahun 1909 berdirilah "National Committee for Mental Hygiene". Di Inggris pada tahun 1842 berdirilah organisasi "The Society for improving the Condition Assosiation for the Protection of the Insane and the Prevention of Insanity". Mental Hygiene disebut juga ilmu kesehatan mental merupakan ilmu pengetahuan yang masih muda. Dulu orang berpendapat gangguan keseimbang mental disebabkan oleh gangguan roh jahat. 
Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional Ulama tahun 1983 merumuskan kesehatan sebagai ketahanan "jasamaniah, ruhaniyah dan sosial" yang dimiliki manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan tuntunannya, dan memelihara serta mengembangkannya. Menurut Dian Mohammad Anwar (Forum Komunikasi dan Studi Kesehatan Jiwa Islami Indonesia), pengertian kesehatan dalam Islam lebih merujuk kepada pengertian yang terkandung dalam kata afiat. Konsep Sehat dan Afiat itu mempunyai makna yang berbeda meskipun tak jarang hanya disebut dengan salah satunya, karena masing-masing kata tersebut dapat mewakili makna yang terkandung dalam kata yang tidak disebut. Dalam kamus bahasa arab sehat diartikan sebagai keadaan baik bagi segenap anggota badan dan afiat diartikan sebagai perlindungan Allah SWT untuk hamba-Nya dari segala macam bencana dan tipudaya. Oleh karena itu, pasti semua orang ingin memiliki mental yang sehat tanpa terganggu apapun. Karna kesehatan mental dapat mempengaruhi aktivitas kita.

Pendekatan Kesehatan Mental meliputi Orientasi Klasik, Orientasi Penyesuaian Diri, Orientasi Perkembangan Potensi.
a.    Orientasi Klasik
: Menurut pandangan ini, seseorang yang tidak mempunyai keluhan tertentu seperti ketegangan, rasa lelah, cemas, atau persaan yang tak berguna, serta mengganggu kegiatan sehari-hari dapat dikatakan sebagai individu yang sehat. Seseorang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat digolongkan sebagai individu yang sehat.
b.   Orientasi Penyesuaian Diri
: Menurut pandangan ini, penentuan sehat atau sakitnya mental seseorang dilihat sebagai derajat kesehatan mental. Selain itu, berdasarkan orientasi penyesuaian diri, kesehatan mental dipahami sebagai kondisi kepribadian individu secara utuh. Penentuan derajat kesehatan mental bukan hanya berdasarkan jiwanya tetapi juga berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan individu dalam lingkungannya. Kesehatan mental seseorang sangat erat kaitannya dengan tuntutan-tuntutan masyarakat tempat dimana ia hidup, masalah-masalah hidup yang dialami, peran sosial dan pencapaian-pencapaian sosialnya Individu yang sehat akan melihat realitas terhadap masalah yang dihadapinya dan bagaimana kondisi dirinya berkaitan dengan masalah itu sebelum menentukan tindakan yang akan diambil.
c. Orientasi Perkembangan Potensi
     : Menurut pandangan ini, kesehatan mental terjadi apabila potensi-potensu kreatifitas, rasa humor, rasa tanggung jawab, kecerdasan, kebebasan bersikap dapat berkembang secara optimal sehingga mendatangkan manfaat bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Seseorang dianggap sehat bila mampu mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya untuk kegiatan yang positif, sehingga dapat meninggalkan kualitas dirinya. 

Referensi :

  • Schultz, Duane. (2011). Psikologi Pertumbuhan : Model-model kepribadian sehat. Yogyakarta : Kanisius
  • Semioun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta : Kanisius
  • Sarwano, Sarlito W. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta : Rajawali Pers.
  • Kartono, Kartini. (2000). Mental Hygiene, Penerbit Maju Mundur, Bandung.
  • Bastaman, H.D. (2003). Buku Kenangan Kongres 1 Asosiasi Psikologi Islami. UMS, Surakarta.
  • Yusuf, Syamsu. (2004). Mental Hygiene Perkembangan Mental dalam kajian Psikologi dan Agama. Bandung : Pustaka Bani Quraisy.
  • Burhanuddin, Yusak. (1999). Kesehatan Mental. Bandung : CV Pustaka Setia

Teori Kepribadian Sehat

1. Aliran Psikoanalisa 
Sigmund freud merupakan tokoh Psikoanalisa pada tahun 1856-1938. Dalam teorinya Freud mengembangkan tentang struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dengan konsep yaitu perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari permunculan dalam perilaku dan pikiran. Dalam teori Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis yaitu Id, Ego, dan Super Ego, dengan Id merupakan bagian paling sederhana (primitif) dalam kepribadian, Ego merupakan bangian "eksekutif" dari kepribadian yang berfungsi secara rasional berdasarkan prinsip kenyataan. Berusaha memenuhi kebutuhan Id secara realistis, yaitu dimana Ego berfungsi untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaska oleh Id berdasarkan kenyataan, dan pada dasarnya Super Ego merupakan hati nurani seseorang dimana berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena itu Super Ego berorientasi pada kesempurnaan. Kepribadian yang baik menurut psikoanalisis adalah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah. Belajar mengatasi tekanan dan kecemasan, serta keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego. Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis : Mental yang sehat ialah seimbangnya fungi dari super ego terhadap id dan ego. Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya. Dapat menyesuaikan keadaan dengan berbagai dorongan dan keinginan.

2. Aliran Behavioristik 
John B. Watson merupakan tokoh Behaviorisme pada tahun 1879-1958. Dalam teorinya, Watson menjelaskan bahwa yang dipelajari adalah perilaku yang dapat diamati, bukan kesadaran karena merupakan pengertian yang meragukan (dubious). Behaviorisme menolak bahwa pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras bahwa psikologi memiliki batas pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati. Behaviorisme merupakan proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku dan semua bentuk tingkah laku manusia. Semua tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak dikehendakipun, diperoleh dengan belajar dari lingkungan. Teori behavioristik adalah proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku dan semua bentuk tingkah laku manusia. Pavlov, Skinner, dan Watson dalam berbagai eksperimen mencoba menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku Aliran behaviorisme mempunyai ciri penting yaitu : Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku, Menekankan pada perilaku yang dipelajari dan perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecendrungan pada perilaku yang bersifat bawaan, serta Memfokuskan pasa perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Kepribadian yang sehat menurut behavioristik: Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman. Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan mereka sendiri.

3. Aliran Humanistik
Aliran humanistik merupakan konstribusi dari psikolog-psikologi terkenal seperti  Gordon Allport, Abraham Maslow, dan Carl Rogers yang mulai pada tahun 1950-an. Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, seseorang dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalkan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif. Menurut Maslow psikologi humanisti mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. Manusia adalah makhluk kreatif yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan ketidaksadaran. Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau seseorang yang terimajinasikan oleh pengalaman masa lalunya. Akulturasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi seseorang, karena setiap orang memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Aliran humanistik juga menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri dan mengatualisasikan diri. Kepribadian yang sehat menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri: Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau mayoritas. Jujur, menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”. Serta memikul tanggung jawab dan bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.

Membedakan Aliran Psikoanalisa, Behavioristik, Humanistik tentang Kepribadian Sehat

  • Aliran Psikoanalisa dalam Kepribadian sehat cenderung mengatasi tekanan dan kecemasan dengan belajar dan menyeimbangkan fungsi dari Id, Ego, dan Super Ego.
  • Aliran Behavioristik dalam Kepribadian sehat cenderung menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif. 
  • Aliran Humanistik dalam Kepribadian sehat cenderung mencoba hal-hal baru dan menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya. 

4. Pendapat Allport
Menurut Allport Propium yang berarti Konsep Diri merupakan istilah dari "Propriate" seperti dalam kata "appropriate". Proprium menunjuk kepada sesuatu yang dimiliki seseorang atau unik bagi seseorang. Itu berarti bahwa proprium (self) terdiri dari hal-hal atau proses-proses yang penting dan bersifat pribadi bagi seorang individu, segi-segi yang menentukan seseorang sebagai yang unik. Allport menyebutnya "Saya sebagaimana dirasakan dan diketahui". 
Proprium berkembang dari masa bayi sampai masa remaja melalui 7 tingkat "diri". Perkembangan dari daya dorong kedepan, intensi-intensi, aspirasi-aspirasi, dan harapan-harapan orang itu mendorong kepribadian yang matang. Sasaran-sasaran yang menentukan ini dalam pandangan Allport sangat penting untuk kepribadian sehat. 7 tingkat diri atau proprium ini berkembang dari masa bayi sampai masa remaja. 
1.  Diri Jasmaniah : Kita tidak dilahirkan dengan suatu perasaan tentang diri, perasaan tentang diri bukan bagian dari warisan keturunan kita. Bayi tidak dapat membedakan antara diri (”saya”) dan dunia sekitarnya. Berangsur-angsur, dengan makin bertambah kompleksnya belajar dan pengalaman-pengalaman preseptual, maka akan berkembang suatu perbedaan yang kabur antara sesuatu yang ada ”dalam saya” dan hal-hal lain diluarnya”.
2.  Identitas Diri : Pada tingkatan ke 2 perkembangan, muncullah perasaan identitas diri. Anak mulai sadar akan identitasnya yang berlangsung terus sebagai seorang yang terpisah.
3.  Harga Diri : Tingkat ke 3 dalam perkembangan proprium ialah timbulnya harga diri. Hal ini menyangkut perasaan bangga dari anak sebagai suatu hasil dari belajar mengerjakan benda-benda atas usahanya sendiri pada tingkat ini, anak ingin membuat benda-benda, menyelidiki dan memuaskan perasaan ingin tahunya tentang lingkungan, memanipulasi dan mengubah lingkungan itu.
4.  Perluasan Diri (Self Extension) : Tingkat perkembangan diri berikutnya, perluasan diri, mulai sekitar usia 4 tahun, anak sudah mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa diantaranya adalah milik anak tersebut.
5.  Gambaran Diri : Gambaran diri berkembang pada tingkat berikutnya. Hal ini menunjukan bagaimana anak melihat dirinya dan pendapatannya tentang dirinya, gambara ini (atau rangkaian gambaran-gambaran) berkembang dari interaksi-interaksi antara orang tua dan anak.
6.  Diri Sendiri Pelau Rasional : Setelah anak mulai sekolah, diri sebagai prilaku rasional mulai timbul aturan-aturan dan harapan-harapan baru dipelajari dari guru-guru dan teman sekolah serta hal yang lebih ialah diberikannya aktivitas-aktivitas dan tantangan-tantangan intelektual.
7.  Perjuangan Diri : Dalam masa remaja, kembangan diri (self hood) timbul, Allport percaya bahwa masa remaja merupakan suatu masa yang sangat menentukan. Orang sibuk dalam mencari identitas diri yang baru, sangat berbeda dari identitas diri pada usia 2 tahun. Pertanyaan “siapakah saya” sangat penting.
Suatu kegagalan atau kekecewaan yang hebat pada setiap tingkat melumpuhkan penampilan tingkat-tingkat berikutnya serta menghambat integrasi harmonis. Dari tingkat-tingkat itu dalam proprium dengan demikian pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak sangat penting dalam perkembangan kepribadian yang sehat. Proprium itu tidak dibawa sejak lahir, melainkan berkembang karena usia.

Ciri-ciri Kepribadian yang matang menurut Allport
1.  Ekstensi sense of self
2.  Hubungan hangat atau akrab dengan orang lain
3.  Penerimaan diri
4.  Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan
5.  Objektifikasi diri
6.  Filsafat hidup

Refrensi :

  • Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta : Universita Gunadarma
  • Lindsay, Gardner. (1993). Psikologi Kepribadian 3 Teori-Teori Kepribadian dan Behavioristik. Yogyakarta : Kanisius
  • Burhanuddin, Yusak. (1999). Kesehatan Mental. Bandung : CV Pustaka Setia
  • Sutardjo A. Wiraminardja. (2010). Pengantar Psikologi Abnormal. Bandung : Refika Aditama
  • Sarwono, Sarlito W. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta : Rajawali Pers.
  • Schultz, Duane. (2011). Psikologi Pertumbuhan : model-model kepribadian sehat. Yogyakarta : Kanisius
  • Semioun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta : Kanisius

Rabu, 11 November 2015

Intraersonal, Interpersonal, dan Transpersonal

Nama Kelompok :
- Jessica Riris Julia           (15514641)
- Ophi Lita Atika Prana    (18514352)
- Putri Meutia Nurfadhila (18514612)
- Syarifah Soraya              (1A514403)

Kelas : 2PA16

1.Intrapersonal
   Intrapersonal : Komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang yang berupa proses pengolahan informasi melalui panca indera dan sistem syaraf manusia. Tipe komunikasi intrapersonal sama dengan proses berfikir, yaitu ketika seseorang sengaja mengirimkan informasi pada dirinya untuk menganalisis sebuah situasi dan mengambil sikap atau keputusan.
        Contoh : Orang yang dikehidupan sehari-harinya pemalu, tidak suka bergaul dengan orang lain, ternyata dimedia sosial dia seorang yang berani, suka berinteraksi dengan orang lain yang juga pengguna media sosial, seolah dia bisa mewujudkan apa yang dia inginkan didunia maya.

2.Interpersonal
   Interpersonal : Kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dengan cara komunikasinya lebih bersifat pribadi dan sampai pada tataran prediksi hasil komunikasinya pada tingkatan psikologis yang memandang pribadi sebagai unik. Dalam komunikasi ini jumlah perilaku yang terlibat pada dasarnya bisa lebih dari dua orang selama pesan atau informasi yang disampaikan besifat pribadi. Contoh komunikasi interpersonal dalam dunia maya adalah Facebook, Line, Whatsapp, dll. Komunikasi ini juga bisa sebagai suatu komunikasi untuk mendapat respon atau timbal-balik.
        Contoh : Sekelompok orang dalam Kelompok(grup) berdiskusi melalui chat didunia maya. Memang, komunikasi didunia maya praktis, tetapi jika kondisinya seperti itu akan terjadinya penurunan interaksi antar individu yang bisa menyebabkan turunnya keakraban satu sama lain.

3.Transpersonal
     Transpersonal : Komunikasi yang terjadi dalam dominan spiritual seseorang. Tujuan komunikasi transpersonal adalah untuk memunculkan kesadaran tentang diri (Self-hood), meningkatkan spiritualitas, lebih cenderung bersifat vertikal, mengutamakan hubungan spiritual seseorang dengan Tuhannya.
      Contoh : Adanya siaran adzan Maghrib yang ditayangkan di TV dan juga diperdengarkan melalui radio Indonesia merupakan bagian pengingat untuk kaum muslim yang ada diseluruh Indonesia untuk melaksanakan kewajibannya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh masing-masing daerah. Sehingga pada saat melaksanakan Shalat, manusia dapat berinteraksi kepada Allah SWT.


Senin, 16 Maret 2015

Kreativitas

NAMA : OPHI LITA ATIKA PRANA
NPM : 18514352

TUGAS:
1.       DEFINISI KONSEPTUAL KREATIVITAS
         “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci) suatu gagasan”. (Munandar 2009).
            Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif (kadang disebut dengan pikiran divergen) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari kreativitas adalah tindakan membuat sesuatu yang baru. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kreativitas).
2.       DEFINISI OPERASIONAL KREATIVITAS
Kreativitas merupakan : “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci( suatu gagasan”.(Munandar SCU, 1077)
3.       DEFINISI KREATIVITAS MENURUT CLARK
Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan :
    “Kreativitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu: berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).
4.       TEORI KREATIVITAS
A.      TEORI PSIKOANALISIS
Pribadi kretif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dihadapi dengan memunculkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma.
Teori ini terdiri dari:
a.       Teori Freud
Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.
Macam mekanisme pertahanan:
- Represi                      - regresi
- Konpensasi               - Proyeksi
- Sublimasi                  - Pembentukan reaksi
- Rasionalisasi             - Pemindahan
- Identifikasi               - Kompartementalisasi
- Introjeksi
b.   Teori Ernst Kris
Erns Kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring memunculkan tindakan kreatif. Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu “memanggil” bahan dari alam pikiran tidak sadar.
Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bisa “seperti anak” dalam pemikirannya. Mereka dapat  mempertahankan  “sikap bermain” mengenai masalah-masalah serius dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka mampu melihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego).
c.       Teori Carl Jung
Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.

B.      TEORI HUMANISTIK
Teori Humanistik melikat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi.
Teori Humanistik meliputi:
a.       Teori Maslow
Abraham Maslow (1908-1970) berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan.
Kebutuhan tersebut adalah:
-          Kebutuhan fisik/biologis
-          Kebutuhan akan rasa aman
-          Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
-          Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
-          Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri
-          Kebutuhan estetik

Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila  bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat kilasan ilham (flash of insight).
b.      Teori Rogers
Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:
-          Keterbukaan terhadap pengalaman
-          Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
-          Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.

Apabila seseorang memiliki ketiga ciri ini maka kesehatan psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya menghasilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga ciri tersebut juga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk kreasi.

C.      TEORI CZIKSENTMIHALYI

- Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.

- Minat pada usia dini pada ranah tertentu

- Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.

- Akses terhadap suatu bidang
o   Adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang diminati   sangat membantu pengembangan bakat.
- Access to a field
o   Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat + tokoh-tokoh penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakar-pakar dalam b idang yang diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan + penghargaan dari orang-orang penting.         
Orang-orang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk mencapau tujuannya.



TULISAN:
1. Artikel Tentang Camera 360
by endra | posted: September 26, 2014
"Kemajuan teknologi didunia selalu menimbulkan beragam hal baru yang akhirnya mengubah banyak hal dari kehidupan masyarakat. Seperti yang kita ketahui saat ini bahwa perkembangan teknologi seolah-olah telah menguasai berbagai kehidupan masyarakat mulai dari daerah perkotaan yang dihuni oleh golongan elite hingga masyarakat perdesaan yang kini mulai bangun dengan kehadiran teknologi yang kian menggiurkan. Salah satunya, perkembangan teknologi yang mengubah perilaku masyarakat adalah kemajuan dalam bidang kamera. Hal ini jika kita membandingkannya dengan keadaan sebelumnya maka dulu kamera sangat sulit untuk dijangkau masyarakat khususnya mereka yang memiliki tingkat ekonomi rendah, sedangkan untuk saat ini banyak perangkat yang mempunyai fitur kamera yang bisa dijangkau oleh hampir setiap lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki tingkat ekonomi rendah.
            Kemajuan penggunaan kamera ini dipengaruhi oleh banyak hal. Mulai dari harga yang mudah dijangkau oleh masyarakat, perkembangan media sosial yang memungkinkan mereka untuk membagikan foto dengan lebih mudah, hingga beragam aplikasi foto yang membuat mereka semakin mudah menggunakan kamera. Nah untuk factor yang terakhir ini, yakni terkait dengan aplikasi foto maka disini saya akan menjabarkan kepada anada sekalian tentang aplikasi edit foto yang sedang tren saat ini dan kian digemari oleh para pengguna kamera. Ya. Aplikasi yang saya maksudkan tersebut adalah aplikasi Camera 360. Seperti apakah aplikasi camera ini? Dan bagaimanakah cara penggunaannya? Sebaiknya anda menyimak ulasan berikut ini dengan seksama agar beragam informasi yang saya sajikan dapat anda ketahui.
            Pertama yang akan kita bahas disini adalah tentang apa itu sebenarnya Camera 360? Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi edit foto yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan besar yang berasal dari Negara tirai bamboo, China yang bernama Pinguo. inc. Aplikasi ini begitu dicintai oleh banyak orang khususnya bagi kaula muda karena mereka dapat melakukan edit foto dengan lebih mudah yang dapat dilakukan dengan dua cara yakni sebelum berfoto dan sesudah berfoto. Dengan berbagai macam efek yang sangat menarik hati.

            Anda dapat melakukan pengaturan seperti exposure, sharpeness, saturation dan lain sebagainya sebelum melakukan pemotretan menggunakan Camera 360 untuk mendapatkan hasil jepretan dengan jenis gambar yang anda inginkan. Disamping itu, anda juga dapat melakukan pengeditan foto pada aplikasi ini setelah melakukan pemotretan, dnegan menjalankan pengaturan lomo, retro, magic colors dan lain sebagainya untuk mendapatkan efek foto yang anda inginkan dengan kualitas yang istimewa.
Hal lain yang menjadi kelebihan utama dari aplikasi milik Pinguo. inc ini adalah aplikasi ini dapat dijalankan oleh dua sistem operasi canggih yang digunakan pada smartphone masa kini yakni android dan iOS. Sehingga dengan hal tersebut akan memudahkan bagi anda sekalian untuk membagikan foto hasil jepretan anda kedunia maya.

            Demikianlah sedikit ulasan yang dapat saya sajikan dikesempatan kali ini, semoga memberikan banyak manfaat bagi anda sekalian."

Tanggapan : Dengan adanya aplikasi Camera 360 banyak orang yang berfoto menggunakan aplikasi ini agar terlihat lebih indah dan lebih berkreasi daripada kamera biasa. Namun banyak juga yang tidak suka dengan aplikasi Camera 360 ini karna dianggap bisa membohongi orang lain karna hasil foto yang didapat dari Camera 360 tersebut.


Kesimpulan : Jadi dengan adanya aplikasi Camera 360 ini, banyak masyarakat yang menggunakan aplikasi ini untuk berkreativitas dalam berfoto agar terlihat lebih indah dan sesuai dengan keinginan penggunanya. 

Sumber : http://dbagus.com/tentang-aplikasi-camera-360

2. Anak laki-laki menunjukkan kreativitas yang lebih besar daripada anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak.?

Menurut saya, saya setuju kalau anak laki-laki lebih kreativ daripada anak perempuan karena secara pola asuh, anak laki-laki lebih di bebaskan dari pada anak perempuan, agar anak laki-laki bisa lebih mandiri dan bisa mengambil resiko yang ada. Dan dalam sebuah peristiwa tertentu seperti dalam sebuah permainan anak laki-laki lebih aktif daripada anak perempuan, walaupun anak perempuan juga ada yang lebih kreatif. Dalam menghadapi suatu yang mendesakpun biasanya anak laki-laki lebih cepat menemukan solusi disbanding dengan anak perempuan yang lebih mudah panik. Hal ini lah yang menjelaskan bahwa anak laki-laki lebih menunjukkan kreativitasnya lebih besar daripada anak perempuan terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak. 


Rabu, 26 November 2014

Manusia dan Penderitaan

BANJIR


Banjir merupakan bencana alam yang terjadi karena air yang merendam daratan. Banjir hampir sering menyerang ibukota saat musim hujan maupun tidak. Apa sih penyebab banjir itu? menurut saya, banjir itu terjadi karena manusia (kita sendiri). Kenapa? karena tanpa  kita sadari ataupun kita sadari, kita sering membuang sampah sembarangan, apalagi membuang sampah ke Sungai atau got didepan rumah. Sampah itu menyebabkan saluran air terhalang, sehingga air tak dapat mengalir dengan sempurna. Maka dari itu airpun meluap dan meredam daratan dan terjadilah banjir. Tak hanya sampah yang menjadi penyebab terjadinya banjir karna manusia, melainkan penebangan hutan secara liar juga salah satu kesalahan manusia yang menebang pohon yang tugasnya menyerap air. Maka jika pohon yang bertugas menyerap air tidak ada (karena ditebang) maka air hujan yang datang tak ada yang menyerapnya sehingga terjadilah banjir. 

Apa sih akibat dari banjir bagi manusia? Banjir dapat merusak bangunan-bangunan kita seperti rumah, toko, mall, dll. Banjir juga menyebabkan terhambatnya jalur transportasi.  Banjir menyebabkan petani-petani kehilangan panen mereka sehingga menyebabkan mereka rugi. Banjir juga merusak lingkungan hingga menimbulkan berbagai macam penyakit seperti penyakit kulit, gatal-gatal. Kalau begitu, apa solusi untuk banjir ini? menurut saya, sebaiknya kita mulai dari diri kita sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan, saya juga sedang menerapkan ini. Selain itu, jika kita ingin menebang pohon, sebaiknya kita juga melakukan reboisasi (penanaman pohon kembali), agar seimbang apa yang kita ambil dan kita tanam. Kita juga bisa melakukan kerja bakti untuk memungut sampah pada hari Minggu disekitar perumahan kita. 



Hidup yang besih tanpa ada sampah akan membantu kita jauh dari Banjir dan juga Penderitaan akibat banjir tersebut. 










Rabu, 19 November 2014

KeIndahan dan Moral


Keindahan merupakan suatu keadaan atau sifat yang enak dipandang atau indah. Moral merupakan Perbuatan atau sikap seseorang baik berupa positif ataupun negatif dimata orang lain. Membicarakan Keindahan Moral berarti membicarakan tentang Perbuatan atau sikap sesorang yang enak dipandang atau enak dilihat. Dapat kita lihat sekarang, banyak dari kita hampir kehilangan sikap yang baik atau moral yang baik. Tidak seperti dulu, bangsa Indonesia terkenal dengan sikap yang Ramah, Sopan, Santun, dan berBudi. Dengan datangnya arus globalisasi, maka timbullah pergaulan bebas berupa FREE SEX. Banyak Pelajar dan Mahasiswa yang sudah tidak menjaga kehormatannya.

Rabu, 12 November 2014

CINTA KEPADA ALAM DAN LINGKUNGAN

 Seperti yang kita ketahui bahwa, Cinta merupaka bentuk kasih sayang terhadap sesuatu yang baik, baik terhadap manusia, benda atau tumbuhan, maupun hewan. Alam sendiri merupakan apa yang ada dilingkungan kita, bahkan Alam sudah ada sebelum Bumi. Lingkungan merupakan daerah tempat tinggal kita yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. 

 Cinta kepada Alam dan Lingkungan merupakan suatu ajakan untuk kita agar kita lebih memperhatikan kondisi Alam dan Lingkungan kita ini.Seperti yang kita ketahui sekarang, Lingkungan kita sudah tidak baik lagi. Sudah banyak kerusakan Lingkungan yang terjadi akibat ulah kita sendiri. 

Rabu, 05 November 2014

Manusia dan Keadilan








KEADILAN
Keadilan sendiri memiliki banyak arti yang berbeda. Salah satunya Aristoteles, mengatakan bahwa Keadilan merupakan Kelayakan dalam tindakan Manusia. Maksudnya, bila Dua orang yang memiliki kesamaan ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing dari mereka harus mendapatkan benda atau hasil yang sama, dan apabila mereka tidak mendapatkan hasil yang sama maka telah terjadi ketidak adilan. Selain Aristoteles, Plato juga mengatakan bahwa Keadilan itu diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal. 

Adapun Socrates menggambarkan Keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrate, Keadilan tercipta apabila Warga Negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. Mengapa Socrates menggambarkan keadilan pada pemerintahan? Karena pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika Masyarakat. Pendapat umum juga menjelaskan bahwa Keadilan itu adalah Pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara Hak dan Kewajiban.