Ophi

Ophi

Sabtu, 19 November 2016

Psikologi Manajemen - Tugas 3

A. Manajemen Sumber Daya Manusia : Buat contoh rekrutment!

1. PT. Makmur Sejahtera membutuhkan Staff HRD yang Professional dengan syarat sebagai berikut:
  • Pria / Wanita
  • Min. lulusan S1 Psikologi
  • Rajin, jujur dan inisiatif
  • Memahami administrasi dan skoring alat tes psikologi
  • Mampu bekerja individu maupun tim
  • Memiliki kemampuan Public Speaking yang baik
Lamaran Anda dapat dikirimkan ke alamat Jl. Hr. Subroto No. 76 Bekasi Timur

2. Dibutuhkan segera Staff Accounting dengan syarat berikut:
  • Wanita
  • Min. lulusan S1 Akuntansi
  • Belum menikah
  • Penempatan kerja di Bontang - Kalimantan Timur
  • Pengalaman min 1 tahun kerja sebagai akuntan
  • Mengerti Microsoft Word dan Excel
Kirimkan lamaran Anda ke email bintangberharga@gmail.com

3. Dibutuhkan segera Karywan/ti bagian Operasi Produksi dengan syarat:
  • Pria / Wanita
  • Min. lulusan SMA/SMK sederajat
  • Usia min 19 - 28 tahun
  • Belum menikah
Dapat kirimkan CV Anda dan lampirkan pas foto (terbaru) berwarna 3x4 (3lembar) ke alamat Jl. Merdeka Nusantara No 45 Bekasi Barat

B. Manajemen Pemasaran : Buat 1 contoh iklan!
 

C. Manajemen Produksi : Sudah dipasarkan kemana saja?

     RO Collection sudah dipasarkan ke berbagai tempat dan pulau seperti Padang (Sumatera Barat), Pekanbaru (Riau), Bontang - Samarinda (Kalimantan Timur), dan Bekasi (Jawa Barat).

Senin, 17 Oktober 2016

Psikologi Manajemen - Tugas 2

Nama Kelompok :
  • Adrian Deardo (10514349)
  • Citra Karolina (12514439)
  • Decky Ilham (12514646)
  • Fika Rahmawati (14514200)
  • Ophi Lita Atika Prana (18514352)
Kelas : 3PA16

Tema : Kuliner
  • Subjek : Mahasiswa dan Masyarakat umum lainnya (semua umur) 
  • Lokasi : Disekitar Kampus 
  • Time : 08.00 - 21.00
  • Biaya : Modal awal = 20.000.000,00
Perencanaan 
  • Tujuan :
    • Untuk membuka lapangan kerja
    • Untuk memberikan pelayanan yang baik 
    • Untuk mencapai keuntungan yang diharapkan bersama
  • Strategis
    • Lokasi strategis yang mudah ditemui 
    • Kebersihan tempat diutamakan tempat untuk menciptakan suasana nyaman bagi pelanggan 
    • Adanya lahan parkir
  • Sumber daya
    • Koki (juru masak) 
    • Kasir
    • Cleaning Service
    • Pelayan
    • Security
  • Standar keberhasilan 
    • Memberikan fasilitas yang baik (AC, meja makan yang rapih, wastafel)
    • Makanan dan minuman yang terjamin higienis
    • Harga terjangkau
Pengorganisasi
  • Owner : Decky
    • Fungsi : Pendiri usaha dan penanam modal
  • Manager : Adrian
    • Fungsi : Mengatur karyawan untuk mencapai target
  • Bendahara : Citra dan Fika
    • Fungsi : Mengatur keuangan
  • HRD : Ophi  
    • Fungsi : Menyeleksi calon karyawan yang akan masuk kerja
Pengarahan dan Pengimpletasi
  • Memberikan arahan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan bidangnya
  • Memberikan bonus lebih bagi kinerja karyawan yang bagus
  • Memberikan tunjangan / asuransi kepada karyawan (contoh seperti tunjangan kesehatan dan tunjangan pendidikan) 
  • Kenaikan jabatan jika karyawan bekerja dengan baik
Pengawasan dan Pengendalian
  • Adanya pengawasan untuk menjamin bahan-bahan makanan dan minuman

Jumat, 07 Oktober 2016

Psikologi Manajemen - Kekuasaan



Definisi Kekuasaan

Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikirdan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).

Definisi Kekuasaan Menurut Para Ahli

Banyak seorang ahli yang telah menyatakan definisi-definisi dari kekuasaan. Seperti yang telah dikemukakan dalam bukunya Thoha (2003: 92-93), yang meliputi:
1.   MAX WEBER
Dia merumuskan kekuasaan itu sebagai suatu kemungkinan yang membuat seorang aktor di dalam suatu hubungan sosial berada dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya sendiri dan yang menghilangkan halangan.

2.   WALTER NORD
Merumuskan kekuasaan itu sebagai suatu kemampuan untuk mempengaruhi aliran, energi dan dana yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari tujuan lainnya. Kekuasaan dipergunakan hanya jika tujuan-tujuan tersebut paling sedikit mengakibatkan perselisihan satu sama lain.

3.   RUSSEL
Mengartikan kekuasaan itu sebagai suatu produksi dari akibat yang diinginkan.

4.   BIERSTEDT
Mengatakan bahwa kekuasaan itu kemampuan untuk mempergunakan kekuatan.

5.   WRONG
Membatasi kekuasaan hanya pada suatu kontrol atas orang lain yang berhasil.

6.   DAEHL
Mengatakan bahwa jika orang A mempunyai kekuasaan atas orang B maka A bisa meminta B untuk melaksanakan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh B terhadap A.

7.   ROGERS
Berusaha membuat jelas kekaburan istilah dengan merumuskan kekuasaan sebagai suatu potensi dari suatu pengaruh. Dengan demikian kekuasaan adalah suatu sumber yang bisa atau tidak bisa untuk dipergunakan. Penggunaan kekuasaan selalu mengakibatkan perubahan dalam kemungkinan bahwa seseorang atau kelompok akan mengangkat suatu perubahan perilaku yang diinginkan.

Sumber – sumber Kekuasaan
 
       Kekuasaan tentu tidak begitu saja diperoleh, namun ada proses dan hal yang menunjang untuk menempatkan diri pada pemegang kekuasaan, sumber kekuasaan itu sendiri sangatlah bermacam-macam ada dengan kekayaan, sarana paksaan fisik, keahlian, kedudukan serta agama.

  1. Kekayaan merupakan sumber kekuasaan, dimana kekayaan dapat berupa uang, emas, tanah dan barang-barang berharga, orang yang memiliki kekayaan dalam jumlah besar setidak-tidaknya secara potensial akan memiliki kekuasaan. Contoh : Seorang tuan tanah mempunyai lahan perkebunan yang luas dan tuan tanah tersebut secara langsung mempunyai kekuasaan atas pekerja-pekerja di tanah tersebut.
  2. Sarana Paksaan Fisik merupakan sumber kekuasaan yang lebih bersifat memaksa sehingga membuat orang lain dapat mengikuti apa yang dikehendaki. Contoh: Seorang preman dipasar untuk mempengaruhi pola perilaku orang lain, preman tersebut menggunakan senjata sebagai ancaman, dan dalam hal ini secara tidak langsung dapat kita lihat bahwa preman tersebut dapat mempengaruhi pola perilaku orang lain dengan ancaman senjata yang dimiliki.
  3. Keahlian merupakan sumber kekuasaan yang muncul dari penilaian orang lain bahwa pemberi pengaruh mempunyai pengetahuan khusus yang tidak dimiliki orang lain. Contoh: Seorang dokter sebagai kepala rumah sakit, dalam hal ini penempatan kekuasaannya berdasarkan keahliannya. 
  4. Kedudukan merupakan sumber kekuasaan yang timbul karena adanya pengakuan sehingga secara sah dapat mempengaruhi perilaku orang lain. Contoh: Seorang kepala sekolah terhadap guru-gurunya, dalam kasus ini bawahan dapat ditindak jika melanggar aturan yang telah ditetapkan.
  5. Agama merupakan sumber kekuasaan yang didapat melalui keyakinan bahwa individu itu (ulama/pendeta) harus wajib diperhitungkan dari proses pembuatan suatu keputusan sehingga dalam hal ini individu tersebut mempunyai kekuasaan terhadap orang lain atau umatnya. 
     Dari penjabaran tentang sumber kekuasaan maka dapat disimpulkan sumber kekuasaan diibaratkan seperti supplement yang ditambahkan didalam tubuh manusia yang digunakan untuk menguatkan kemampuan dalam mempengaruhi orang lain, dalam suatu hubungan kekuasaan selalu ada satu pihak yang lebih kuat dari pihak lain, jadi selalu ada hubungan tidak seimbang dan akibatnya ketidakseimbangan itu sering menimbulkan ketergantungan, dan lebih timpang hubungan ini maka lebih besar pula sifat ketergantungannya.

Jenis - jenis Kekuasaan

      Terdapat beberapa jenis-jenis kekuasaan berdasarkan sumbernya. sumber kekuasaan biasanya dibagi menjadi dua kelompok besar (Robbins dan Judge, 2007)

1. Sumber kekuasaan antar individu (Interpersonal Sources of Power)
    a.) Kekuasaan Formal (Formal Power) adalah kekuasaan yang didasarkan pada posisi individual dalam suatu organisasi. Kekuasaan ini dapat berasal dari :
  • Kemampuan untuk memaksa (Coercive Power)
  • Kemampuan untuk memberi imbalan (Reward Power)
  • Kekuatan formal (Legitimate Power)
    b.) Kekuasaan Personal (Personal Power) adalah kekuasaan yang berasal dari karakteristik unik yang dimiliki seorang individu. Kekuasaan ini dapat berasal dari :
  • Kekuasaan karena dianggap ahli (Expert Power)
  • Kekuasaan karena dijadikan contoh (Referent Power)
2.  Sumber kekuasaan struktural (Structural Sources of Power). Kekuasaan ini juga dikenal dengan istilah inter-group atau inter-departmental power yang merupakan sumber kekuasaan kelompok.

Sumber Kekuasaan Antar Individu
     Pengertian dari masing-masing kekuasaan yang telah disebutkan (Hughes et all, 2009):

Kekuasaan Memaksa (Coercive Power)
     Kekuasaan ini timbul pada diri seseorang karena ia memiliki kemampuan untuk memberikan hukuman (akibat negatif) atau meniadakan kejadian yang positif terhadap orang lain. Pada suatu organisasi, biasanya seseornag tunduk pada atasannya karena takut dipecat, atau diturunkan dari jabatannya. Kekuasaan ini juga dapat dimiliki seseorang karena ia mempunyai informasi yang sangat penting mengenai orang lain, yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap orang tersebut.

Kekuasaan Memberi Imbalan (Reward Power)
     Kekuasaan ini timbul pada diri seseorang karena ia memiliki kemampuan untuk mengendalikan sumber daya yang dapat mempengaruhi orang lain, misalnya ia dapat menaikan jabatan, memberikan bonus, menaikkan gaji, atau hal-hal positif lainnya.

Kekuasaan Resmi (Legitimate Power)
     Kekuasaan ini timbul pada diri seseorang karena ia memiliki posisi sebagai pejabat pada struktur organisasi formal. Orang ini memiliki kekuasaan resmi untuk mengendalikan dan menggunakan sumber daya yang ada dalam organisasi. Kekuasaannya meliputi kekuatan untuk memaksa dan memberi imbalan anggota organisasi biasanya akan mendengarkan dan melaksanakan apa yang dikatakan oleh pemimpinnya, karena ia memiliki kekuasaan formal dalam organisasi yang dipimpinnya.

Kekuasaan Karena Ahli (Expert Power)
   Kekuasaan ini timbul pada diri seseorang karena ia memiliki keahlian, keterampilan atau pengetahuan khusus dalam bidangnya. Misalnya seorag ahli komputer yang bekerja pada sebuah perusahaan, atau seorang karyawan yang memiliki kemampuan menggunakan 2 atau 3 bahasa internasional, akan memiliki expert power karena sangat dibutuhkan oleh perusahaannya.

Kekuasaan Karena Pantas Dijadikan Contoh (Referent Power)
     Kekuasaan ini timbul pada diri seseorang karena ia memiliki sumber daya, kepribadian yang menarik, atau karisma tertentu. Kekuasaan ini dapat menimbulkan kekaguman pada orang tersebut, dan membuat orang yang mengaguminya ingin menjadi seperti orang tersebut. Misalnya seorang dengan kepribadian menari sering dijadikan contoh atau model oleh orang lain dalam berprilaku.


Daftar Pustaka

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan



Kamis, 16 Juni 2016

Hubungan Interpersonal, Cinta dan Perkawinan, Serta Pekerjaan dan Waktu Luang

Hubungan Interpersonal
Model Pertukaran Sosial:
Teori pertukaran sosial adalah salah satu teori sosial yang mempelajari bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain, kemudian seseorang itu menentukan keseimbangan antara pengorbanan dan keuntungan yang didapatkan dari hubungan itu. Setelah seseorang menentukan keseimbangannya, ia akan menentukan jenis hubungan dan kesempatan memperbaiki hubungan atau tidak sama sekali. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain tanpa terasa ada hubungan resiprok didalamnya. Paling tidak ada 3 hal yang kita pertukarkan, yaitu : Ganjaran, Pengorbanan, Keuntungan.

Analisis Transaksional:
Salah satu pendekatan psychotherapy yang menekankan pada hubungan interaksional. Analisis Transaksional (AT) dapat dipergunakan untuk terapi individual, tetapi terutama untuk pendekatan kelompok. Pendekatan ini menekankan pada aspek perjanjian dan keputusan. Melalui perjanjian ini tujuan dan arah proses terapi dikembangkan sendiri oleh klien, juga dalam proses terapi ini menekankan pentingnya keputusan-keputusan yang diambil oleh klien. Maka proses terapi mengutamakan kemampuan klien untuk membuat keputusan sendiri, dan keputusan baru, guna kemajuan hidupnya sendiri.

Pembentukan Kesan dan Ketertarikan Interpersonal Dalam Memiliki Hubungan
            Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Beberapa peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan. Menurut Ellen Berscheid (Berscheid, 1985; Berscheid & Peplau, 1983; Berscheid & Reis 1998) menyatakan bahwa apa yang membuat orang-orang dari berbagai usia merasa bahagia, dari daftar jawaban yang ada, yang tertinggi atau mendekati tertinggi adalah membangun dan mengelola persahabatan dan memiliki hubungan yang positif serta hangat. Tiadanya hubungan yang bermakna dengan orang-orang lain membuat individu kesepian, kurang berharga, putus asa, tak berdaya dan keterasingan. Ahli Psikologi Sosial Arthur Aron menyatakan bahwa motivasi utama manusia adalah “Ekspresi Diri (self expression)”. Penyebab ketertarikan, dimulai dari awal rasa suka hingga cinta berkembang dalam hubungan yang erat meliputi:
·        Aspek kedekatan
·        Kesamaan
·        Kesukaan timbal balik
·        Ketertarikan fisik dan kesukaan

Model Peran, Konflik dan Adequancy Peran Serta Autentitas Dalam Hubungan Peran

Model Peran
            Model peran mendukung suatu situasi belajar berdasarkan pengalaman dengan menitikberatkan isi pelajaran pada situasi “disini pada saat ini”. Model peran memungkinkan para peserta didik untuk mengungkapkan persaannya yang tidak dapat dikenal tanpa bercermin pada orang lain. Model peran berasumsi bahwa emosi dan ide-ide dapat diangkat ke taraf sadar untuk kemudian ditingkatkan melalui proses kelompok. Model peran berasumsi bahwa proses psikologis yang tersembunyi berupa sikap, nilai, perasaan dan sistem keyakinan.

Konflik
            Merupakan adanya pertentangan yang timbul didalam seseorang (intern) dengan orang lain (ekstern) yang ada disekitarnya. Konflik dapat berupa perselisihan, adanya ketegangan, atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih.

Adequancy Peran dan Autentitas Dalam Hubungan Peran
            Kecukupan perilaku yang diharapkan pada seseorang yang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun informal. Peran didasarkan pada preskripsi (ketentuan) dan harapan peran yang menerangkan apa yang individu-individu harus lakukan dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan mereka sendiri ataupun orang lain menyangkut peran-peran tersebut.

Intimasi dan Hubungan Pribadi
            Kebutuhan intimasi merupakan suatu kebutuhan akan hubungan dengan orang lain dan merupakan kebutuhan terdalam pada diri setiap manusia untuk mengetahui seseorang secara lebih dekat, seperti merasa dihargai, diperhatikan, saling bertukar pendapat keinginan untuk selalu berbagi dan menerima serta perasaan saling memiliki sehingga terjalin keterikatan yang semakin kuat dan erat.
Faktor penyebab intimasi:
·        Keluasan : seberapa banyak aktifitas yang dilakukan bersama.
·        Keterbukaan : adanya saling keterbukaan diri.
·        Kedalaman : saling berbagi.
Bentuk-bentuk hubungan intimasi:
·        Persaudaraan
·        Persahabatan
·        Percintaan

CINTA DAN PERKAWINAN
Memilih pasangan
            Sebelum membentuk sebuah rumah tangga dalam pernikahan, sebaiknya kita harus memilih pasangan dulu. Memiliki kriteria untuk pasangan itu penting. Tapi jangan jadikan hal ini untuk membuat Anda menjadi pemilih. Karenanya itu akan membuat Anda susah sendiri untuk mendapatkan pasangan. Bila ingin memiliki pasangan hidup yang baik maka kita juga harus baik. Tak ada sesuatu didunia ini yang untuk mendapatkannya tidak memerlukan pengorbanan. Segala sesuatu itu ada harganya termasuk bila ingin mendapatkan pasangan hidup yang baik. Tuhan telah memasangka manusia sesuai dengan karakter dan derajat mereka masing-masing. Manusia yang baik berpasangan dengan yang baik pula, begitu juga dengan sebaliknya.

Hubungan dalam perkawinan
            ketika pasangan suami-istri memasuki kehidupan perkawinan, tidak mungkin proses mengenal dan memahami berhenti begitu saja. Ada 5 tahapan perkembangan dalam kehidupan perkawinan
·        Tahap Pertama : Romantic
Pasangan suami-istri merasakan gelora cinta yang menggebu-gebu. Ini terjadi disaat bulan madu pernikahan. Pasangan akan selalu melakukan kegiatan bersama-sama dalam situasi romantis dan penuh cinta.
·        Tahap Kedua : Dissapointment or Distress
Pasangan suami-istri kerap saling menyalahkan, memiliki rasa marah dan kecewa pada pasangannya.
·        Tahap Ketiga : Knowladge and Awareness
Pasangan suami-istri akan berusaha untuk saling mengerti dan menghindari terjadinya konflik.
·        Tahap Keempat : Transformation
Pasangan suami-istri akan mengalami perubahan dikarenakan sudah mendapatkan cara dari pihak lain tentang kebahagian rumah tangga.
·        Tahap Kelima : Real Love
Pasanga suami-istri akan saling memberi dan menerima keadaan pasangannya. Cinta, kasih sayang, saling memahami, saling memberi, saling mengisi dan melengkapi setiap tahapnya. Ditahap ini tidak ada lagi saling menyalahkan dan egois.

Penyesuaian dan pertumbuhan dalam perkawinan
Perkawinan tidak berate mengikat pasangan sepenuhnya. Dua orang ini harus dapat mengembangkan diri untuk kemajuan bersama. Keberhasilan dalam perkawinan tidak diukur dari ketergantungan pasangan. Perkawinan merupakan salah satu tahapan dalam hidup yang pasti diwarnai oleh perubahan. Dan perubahan yang terjadi dalam perkawinan, banyak terkaitnya dengan relasi baru sebagai kesatuan serta terbentuknya hubungan antara keluarga suami dan keluarga istri.
Relasi yang diharapkan dalam sebuah perkawinan tentu saja relasi yang erat dan hangat. Tapi karena adanya perbedaan kebiasaan suami-istri, selalu ada hal-hal yang dapat menimbulkan konflik. Dalam kondisi perkawinan seperti ini, tentu sulit mendapatkan sebuah keluarga yang harmonis.
Pada dasarnya, diperlukan penyesuaian diri dalam sebuah perkawinan, yang mencakup perubahan diri sendiri, dan perubahan lingkungan. Bila hanya mengharap pada pihak pasangan yang berubah, berarti kita belum melakukan penyesuaian.

Perceraian dan perkawinan kembali
Banyak pasangan suami-istri yang menikah pada akhirnya harus bercerai. Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan sudah tidak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta kepada pemerintah untuk dipisahkan.
Faktor penyebab perceraian yaitu:
·        Ketidak harmonisan dalam rumah tangga
·        Krisis moral dan akhlak
·        Adanya masalah dalam perkawinan
·        Pernikahan tanpa cinta
·        Perzinahan

Alternative selain pernikahan
            Batasan usia untuk menikah kini semakin bergeser, apalagi tingkat pendidikan dan kesibukan menitikarir juga ikut berperan dalam memperpanjang batasan usia seorang untuk menikah. Keputusan untuk melajang bukan lagi terpaksa. Tetapi merupakan sebuah pilihan. Itulah sebabnya banyak pria dan wanita yang memilih untuk tetap hidup melajang. Alasan yang paling sering dilakukan oleh para single yaitu tidak ingin kebebasannya dikekang. Apalagi jika mereka telah sekian lama menikmati kebebasan. Jika hendak pergi, tidak perlu meminta izin dan menganggap pernikahan akan membelenggu kebebasan.
            Banyak pria menempatkan pernikahan pada prioritas kesekian, sedangkan karir lebih mendapatkan prioritas pertama. Dengan hidup melayang, mereka bisa lebih berkonsentrasi dan fokus pada pekerjaan. Sehingga promosi dan kenaikan jabatan lebih mudah diperoleh. Biasanya, pelajang lebih bersedia untuk bekerja lembur dan tugas keluar kota dalam jangka waktu yang lama, dibandingkan dengan karyawan yang telah menikah.

Melajang adalah sebuah pilihan dan bukan paksaan, selama pelajang itu menikamati hidupnya. Pelajang akan mengakhiri masa lajangnya dengan senang hati jika telah menemukan seseorang yang telah cocok dihatinya. 

PEKERJAAN DAN WAKTU LUANG
Pekerjaan
Karakteristik pribadi saya, saya orang yang berusaha cepat untuk menyelesaikan tugas ataupun pekerjaan yang diberikan. Saat mood saya baik, semua pekerjaan saya akan terlaksana dengan baik. Namun jika tidak, maka akan mempengaruhi pekerjaan saya sendiri. karakteristik pekerjaan yang cocok menurut saya yaitu tidak terlalu berat dan tidak memakan waktu yang lama untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Misalnya berkonseling atau bertukar cerita kepada orang lain.

Waktu Luang
Saya menggunakan waktu luang dengan bersantai dirumah, atau bermain bersama keluarga ataupun teman. Disaat keluarga saya mempunyai waktu luang dan saya juga, maka kami akan pergi bersama untuk lebih mengakrabkan diri dan bersosialisasi dengan alam terbuka. Misalnya pergi ke Mall hanya untuk makan siang bersama atau berbelanja bersama. 


Sumber:
  • Hall, S Calvin, Lindzey, Gardner. (2009). Teori-teori Psikodinamika. Yogyakarta:Kanisius
  • Waite, L.J. & Gallagher, M. (2003). Selamat menempuh hidup baru: Manfaat perkawinan dari segi kesehatan, psikologi, seksual, dan keuangan. Diterjemahkan oleh: Eva Yulia Nukman. Bandung: Mizan Media Utama.
  • Lubis, Yati Utoyo. (2002). Aspek psikologis dari poligami: Telaah kasuistik. Makalah seminar.

Jumat, 20 Mei 2016

Penyesuaian Diri Dan Pertumbuhan

A.   Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan
1.     Penyesuaian diri
Penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya, sehingga permusuhan, kemarahan, depresi, dan emosi negatif lain sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis,  (Kartono, 2002).
Penyesuaian diri tidak bisa disebut baik ataupun buruk. Maka dapat didefinisikan dengan sangat sederhana yaitu, suatu proses yang melibatkan respon-respon mental dan tingkah laku yang menyebabkan individu berusaha menanggulangi kebutuhan-kebutuhan, tegangan-tegangan, frustasi-frustasi, dan konflik batin serta menyelaraskan tuntutan batin dengan tuntutan dunia.
Konsep penyesuaian diri yang sehat adalah mereka yang berespon baik yakni cocok dengan kodrat manusia, dalam hubungannya dengan orang lain, lingkungan, dan dengan tanggung jawabnya. Mereka yang sehat memiliki ciri khas dalam penyesuaian diri yang baik walau mereka terkadang memiliki kekurangan atau kelemahan, orang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dapat bereaksi secara efektif terhadap situasi-situasi yang berbeda, dapat memecahkan konflik-konflik, frustasi-frustasi dan masalah-masalah tanpa menggunakan tingkah laku yang simtomatik. Karena itu, ia relatif bebas dari simtom-simtom, seperti kecemasan kronis, obsesi, atau gangguan psikosomatik lainnya. Individu sehat dalam penyesuaian diri memiliki kemampuan menghadapi realitas hidup. Penyesuaian sebagai penguasaan dan kematangan emosional yang tepat pada situasi.
Jadi dapat dikatakan bahwa penyesuaian diri merupakan usaha manusia untuk mencapai keharmonisan terhadap dirinya sendiri maupun lingkungan.
2.     Pertumbuhan Personal
Manusia merupakan makhluk individu. Dimana manusia dikatakan individu apabila tingkah lakunya spesifik yang menggambarkan dirinya sendiri dan bukan bertingkah laku seperti orang lain. Jadi individu merupakan seorang manusia yang tidak hanya memiliki peran yang khas dalam lingkup sosial maupun mempunyai ke khasan tersendiri yang spesifik terhadap dirinya didalam lingkup sosial tersebut. Kepribadian suatu individu tidak langsung terbentuk melainkan melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dengan proses yang panjang.
          Pertumbuhan adalah proses yang mencakup pertambahan dalam jumlah dan ukuran keluasan, dan kedalaman. Menurut Carl Roger menyebutkan ada 3 aspek yang memfasilitaskan pertumbuhan personal dalam suatu hubungan yaitu, (1) keikhlasan kemampuan untuk menyadari perasaan sendiri, atau menyadari kenyataan, (2) menghormati keterpisahan dari orang lain tanpa kecuali, (3) keinginan yang terus menerus untuk memahami atau berempati terhadap orang lain.
a.     Penekanan Pertumbuhan, Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dan konstitusi fisik yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan jadi petumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.
b.     Variasi dalam pertumbuhan
Hal yang menyebabkan terjadinya variasi dalam pertumbuhan yaitu karena tidak selamanya individu berhasil dalam melakukan penyesuaian dirinya. Karena kadang-kadang ada rintangan tertentu yang menyebabkan tidah berhasilnya dilakukan penyesuaian diri tersebut. Rintangan-rintangan itu mungkin terdapat dalam dirinya ataupun dari luar dirinya sendiri.
c.      Kondisi-kondisi untuk tumbuh
 Kondisi jasmaniah seperti pembawa dan struktur atau konstitusi fisik dan temperamen sebagai diposisi yang diwariskan, aspek perkembangannya secara instrinsik berkaitan erat dengan susunan atau konstitusi tubuh. Shekdon mengemukakan bahwa terdapat kolerasi yang tinggi antara tipe-tipe bentuk tubuh dan tipe-tipe temperamen (Surya, 1977). Misalnya orang yang tergolong ekstomorf yaitu yang ototnya lemah, tubuhnya rapuh, ditandai dengan  sifat-sifat menahan diri, segan dalam aktivitas sosial, dan pemilu. Karena struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa sistem saraf, kelenjar, dan otot merupakan faktor yang paling penting bagi proses penyesuaian diri.
d.     Fenomenologi pertumbuhan
Fenomenologi memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan” yang di persepsi dan interpretasi secara subyektif. Setiap orang mengalami dunia dengan caranya sendiri.

Sumber
Semium, Y. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta:Kanisius
Kartini, Kartono. (2002). Psikologi Perkembangan. Jakarta:Rineka Cipta
Fatimah, N. (2006). Psikologi Perkembangan. Bandung:Pusaka Setia

B.   Stress
1.     Pengertian Stress
Stress dalam arti umum adalah perasaan tertekan, cemas, dan tegang. Dalam bahasa sehari-hari stress dapat dikenal sebagai stimulus atau respon yang menuntut individu untuk melakukan penyesuaian. Stress juga merupakan mekanisme yang kompleks dan menghasilkan respon yang terkait baik fisiologis, psikologis, maupun perilaku pada individu yang mengalaminya, dimana mekanisme tersebut bersifat individual yang sifatnya berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain.
2.     Efek-efek dari stress
a.     Gejala fisiologis
Stress dapat menciptakan perubahan dalam metabolisme, meningkatkan detak jantung dan tarikan nafas, menaikan tekanan darah, menimbulkan sakit kepala, dan memicu serangan jantung.
b.     Gejala psikologis
Stress yang berkaitan dengan pekerjaan dapat menyebabkan ketidakpuasan terkait dengan pekerjaan. Ketidakpuasan adalah efek psikologis sederhana tetapi paling nyata dari stress. Namun, stress juga muncul dalam beberapa kondisi psikologis lain, contohnya: ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan.

c.      Gejala perilaku
Stress yang berkaitan dengan perilaku meliputi perubahan dalam tingkat produktivitas, dan perputaran karyawan, selain juga perubahan dalam kebiasaan makan, pola merokok, konsumsi alkohol, bicara yang gagap, serta kegelisahan dan ketidakteraturan waktu tidur.

3.     Faktor-faktor penyebab stress
a.     Faktor Sosial
Stress kemunculannya secara bersamaan dalam situasi tertentu, misalnya: dengan siapa kita hidup atau tinggal, seberapa lama kita mengalami stress tersebut.
b.     Faktor Individual
Karakteristik kepribadian individual seperti pemarah, ambisius, dan agresif. Kemampuan dalam menyelesaikan masalah dan beradaptasi dengan stress seperti berfikir. Bagaimana seseorang menerima atau mempersepsikan peristiwa yang potensial memunulkan strees. Serta toleransi terhadap stress tergantung pada kondisi keseatan dan tingakat kecemasannya.

4.     Tipe-tipe strees
a.     Tekanan : suatu beban yang dirasakan oleh seseorang. Tekanan bisa timbul dari luar individu. Contoh tekanan timbul dari luar yaitu paksaan dari orang tua untuk masuk kuliah yang tidak kita inginkan.
b.     Frustasi : suatu kegagalan dalam mencapai suatu hal atau tujuan yang diinginkan.
c.      Konflik : suatu proses sosial antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
d.     Kecemasan : emosi tidak menyenangkan yang ditandai oleh perasaan seperti khawatir, prihatin, tegang, dan takut yang dialami oleh semua orang tetapi dengan kadar dan tingkatan yang berbeda-beda.

5.     Ceritakan apakah kalian pernah mengalami stress dan bagaimana cara kalian mengatasi stress tersebut.

Saya pernah mengalami stress, sampai saat ini mungkin saya masih sering mengalaminya. Hal yang biasa membuat saya stress hanyalah Peraturan dan Waktu. Peraturan dari keluarga yang menyuruh saya pulang sebelum Maghrib (jam 18.00) terkadang membuat saya stress saat saya lagi berkumpul bersama teman yang keasikan main hingga lupa waktu pulang, ataupun saat kerja kelompok urusan kuliah dan tugas yang dikerjakanpun belum selesai namun sudah sore, saya terkadang merasa tidak enak pada teman-teman namun saya lebih khawatir jika dimarahi orangtua. Hal itu yang membuat saya stress dan saya berusaha mengatasinya dengan berdiam diri dikamar, mendengarkan musik kesukaan saya. Bisa saja saya mengatasi stress saya dengan menangis dikamar hingga tertidur.

Sumber :
Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Smet, Bart. (1994). Psikologi Kesehatan. Jakarta: Gramedia

Crhistian, M. (2005). Jinakkan Stress. Bandung: Nexx Media